Home > Aktifitas Wisata > Plesir Ke Negeri Sakura, Inilah Rekomendasi 22 Top Museum Di Jepang Yang Menarik Dikunjungi

Plesir Ke Negeri Sakura, Inilah Rekomendasi 22 Top Museum Di Jepang Yang Menarik Dikunjungi

PlesirDunia.com – Plesir Ke Negeri Sakura, Inilah Rekomendasi 22 Top Museum Di Jepang Yang Menarik Dikunjungi

Tahukah kamu? Jepang adalah negara yang memiliki lebih dari 5,000 museum yang tersebar di berbagai daerah sebagai destinasi liburan ke jepang. Mungkin, kamu tak akan menyangka bila negara sakura ini tak hanya menyajikan wisata alam yang indah, wisata kuliner yang lezat, juga wisata sejarah yang menginspirasi. Namun juga menyediakan museum dengan tema beragam seperti sains, sejarah, seni, arsitektur, bahkan anime.



Jangan bayangkan museum yang membosankan dan kuno ketika mengunjungi top museum di jepang ini. Semua disajikan dengan informatif, detail, modern, bahkan mindblowing bagi setiap pengunjung top museum di jepang yang datang. Bingung ingin mengunjungi museum yang mana? Atau bingung ke berbagai tempat wisata liburan ke jepang biayanya berapa? PlesirDunia.com telah mengkurasi 20 Top Museum di Jepang yang sangat menarik untuk dikunjungi, berikut daftarnya.

Museum Bagi Pecinta Seni & Arsitektur

Jepang adalah pusat beragam museum seni dan arsitektur. Bagi traveler yang menyukai kedua hal ini, tentu saja wajib mengunjungi top museum di jeoang yang berupa museum seni dan arsitektur yang top disana, seperti Nezu Museum, TeamLab Borderless, Hakone Open Air Museum, Adachi Museum of Art, dan Mori Art Museum.

1. Nezu Museum (Tokyo)

Foto: japantimes.co.jp

Sekilas Tentang Nezu Museum

Nezu Museum menyajikan koleksi seni milik Kaichiro Nezu Sr. (1860-1940), seorang industrialis Jepang yang juga merupakan pebisnis sekaligus politikus yang juga sangat peduli dengan bidang pendidikan.

Kegemaran mempelajari budaya minum teh jepang membuatnya terinspirasi untuk mulai mengoleksi karya seni Jepang dan Asia. Tahun 1941, ketika koleksinya sudah terlampau banyak, beliau akhirnya memutuskan untuk membangun Nezu Museum agar publik bisa ikut menikmati karya seni koleksinya.

Namun, saat perang menghantam Jepang di tahun 1945, Nezu Museum turut hancur. Restorasi bangunan top museum di jepang ini terlaksana pada tahun 1954, akhirnya membuat sebagian besar struktur ruangan galeri dan minum teh di Nezu Museum kini berbeda dibandingkan ketika dulu awal dibangun.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Nezu Museum

Foto: Pinterest

Sebagai urban art gallery, Nezu Museum tak hanya memberikan kesempatan pengunjung untuk menikmati seni, namun juga melepas penat. Memasuki koridor Nezu Museum, traveler akan menikmati suasana tenang dan lembut dengan pemandangan deretan bambu yang unik. Liburan ke jepang bulan juni adalah waktu yang tepat mengunjungi Museum Nezu di musim panas.

Saat awal pembukaannya, top museum di jepang Museum Nezu ini memiliki kurang lebih 4,643 karya seni. Namun, koleksi kian bertambah hingga mencapai 7,414 karya seni dengan adanya pembelian koleksi seni baru, serta donasi filantropi. Jumlah ini termasuk 7 barang berharga nasional, 87 properti budaya yang penting, dan 94 barang berharga dengan nilai seni. Karya seni yang dipamerkan di Nezu Museum diantaranya seperti lukisan, kaligrafi, keramik, patung, tekstil, dan peralatan minum teh.

Suasana taman di Nezu Museum semakin damai dengan adanya dua kolam yang dihubungkan sebuah sungai kecil. Beberapa rumah teh yang bisa ditemukan di taman ini juga terlihat terawat sangat baik. Kafe modern dekat bangunan utama museum yang menyajikan makan siang, kue, dan kopi akan membuat kunjungan ke top museum di jepang Nezu Museum menjadi lebih nikmat.

Alamat: 6 Chome-5-1 Minamiaoyama, Minato, Tokyo 107-0062, Jepang.

Jam Operasional:Buka setiap hari, kecuali hari Senin. Pukul 10 pagi – 17 sore.

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 1,100 / Pelajar & Mahasiswa ¥ 800

 

2. TeamLab Borderless (Tokyo) 

Foto: japantravel.com

Sekilas Tentang Team Lab Borderless

Sejak kemunculannya sejak tahun 2001, sebuah grup kolektif Ultra Technologists bernama teamLab yang didirikan oleh Toshiyuki Inoko ini berusaha menciptakan pendekatan seni artistik digital yang melampaui batas konsep seni secara umum. Karya ini diciptakan bersama para animator professional, desainer grafis, programmer, arsitek, bahkan ahli matematika!

Perpaduan menarik antara seni, sains, teknologi, dan kreativitas yang diciptakan oleh teamLab ini berhasil menciptakan sebuah karya seni yang terhubung dan mengalir dari satu sisi ke sisi lainnya. Dengan bantuan teknologi digital, teamLab menghasilkan sebuah karya seni yang tidak hanya sekedar berada di dalam bingkai, namun juga membuat potongan seni yang ada menjadi saling melebur.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Team Lab Borderless

Foto: pinterest

Memasuki galeri, traveler akan melewati tirai gelap yang menuntun ke setiap ruang seni yang disajikan. Dinding dan lantai galeri dipenuhi oleh layar LED yang memproyeksikan berbagai macam pola, seperti bunga, ombak laut, dan air terjun. Suasana di dalam galeri memberikan sebuah euforia tersendiri yang dapat membangun imajinasi sekaligus memberikan ketenangan bagi penikmat seni yang tenggelam dalam karya seni digital teamLab Tokyo.

Sebagian besar instalasi di dalam teamLab Tokyo ini mengundang interaksi dengan pengunjung melalui visual yang mereka lihat. Misalnya, ketika sedang berdiri diam di sebuah titik instalasi, maka akan muncul perlahan sebuah pola, misalnya bunga, dari atas tubuhmu. Dalam beberapa detik, bunga tersebut akan tumbuh dan berikan koneksi kepada individu lain yang terdiam di dalam ruang seni yang sama. Melalui pameran seni ini, teamLab berusaha menghadirkan pengalaman positif dengan penjunjung lain di ruang pameran. Menarik, bukan?

Mori Building Digital Art Museum: teamLab Borderless di Odaiba, Tokyo ini menyajikan 50 karya digital yang terbagi dalam 5 area. Bila ingin berkunjung kesini, traveler harus registrasi secara online di situs resminya terlebih dahulu sebelum kedatangan.

Alamat: Odaiba Palette Town, 1-3-8 Aomi, Koto-ku, Tokyo, Jepang.

Jam Operasional:

Senin – Kamis 11:00 – 19:00

Jumat & Hari Libur Nasional Jepang 11:00 – 21:00

Sabtu 10:00 – 21:00

Minggu & Hari Libur 10:00 – 19:00

Harga Tiket Masuk: Dewasa (diatas usia 15 tahun) ¥ 3,200 / Anak-Anak ¥ 1,000.

 

3. Hakone Open-Air Museum (Hakone)

Foto: tripadvisor.com.my

Sekilas Tentang Hakone Open-Air Museum

Dibuka sejak tahun 1969, Hakone Open-Air Museum memberikan suasana yang berbeda dengan top museum di jepang lainnya. Bila pada umumnya karya seni disajikan di dalam ruangan, maka disini pengunjung akan bisa menikmati karya seni di ruangan terbuka sambil melihat pemandangan Hakone yang indah.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Hakone Open-Air Museum

Foto: tripadvisor.com.hk

Sebagai museum seni luar ruangan pertama di Jepang, Hakone Open-Air Museum yang dekat dengan Tokyo dan Gunung Fuji ini menyajikan berbagai hasil karya seni kontemporer di atas lahan seluas 70.000 meter persegi. Pengunjung bisa melihat karya Henry Moore, Marta Pan, Rodin, Miro, Picasso, dan 120 mahakarya seniman patung dunia yang terkenal lainnya ketika berkunjung ke Hakone Open-Air Museum.

Berjalan dengan suasana yang tenang di tengah alam yang indah sambil menikmati sajian seni patung terkenal akan memberikan sensasi yang berbeda. Hakone Open-Air Museum ini juga ramah terhadap anak-anak dan untuk wisata keluarga. Aktifitas yang bisa dilakukan untuk bersenang-senang dengan keluarga dan anak adalah menyusuri taman labirin unik yang tersedia di area museum. Liburan ke jepang dengan bayi juga akan lebih menyenangkan bila memasukkan Hakone Open-Air Museum ke dalam itinerary.

Alamat: 1121 Ninotair, Ashigarashimo-gun Hakone-machi, Kanagawa, Jepang.

Jam Operasional: Buka setiap hari. Pukul 09.00 – 17.00.

Harga Tiket Masuk: Dewasa: ¥ 1,600 / Anak-Anak: ¥ 800.

 

4. Adachi Museum of Art (Shimane)

Foto: japan-guide.com

Sekilas Tentang Adachi Museum of Art

Didirikan oleh pengusaha lokal yang sukses bernama Zenko Adachi pada tahun 1970, Adachi Museum of Art menyajikan mahakarya seniman-seniman legendaris Jepang. Sebagian besar karya seni yang tampil disini merupakan karya Taikan Yokoyama. Karyanya yang terkenal seperti “Autumn Leaves” dan “Mountain After Shower” turut dihadirkan di Adachi Museum of Art bersama dengan 120 karya lainnya.

Tak hanya lukisan saja, Adachi Museum of Art juga menyajikan lukisan anak-anak, karya seni lainnya seperti tembikar, pahatan kayu, dan hasil karya seni kontemporer populer lainnya. Keunikan lainnya, presentasi karya di museum ini juga dibagi menjadi 4 periode waktu sesuai perubahan empat musim.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Adachi Museum of Art

Foto: jpninfo.com

Di area bingkai foto, pengunjung bisa menyaksikan bagaimana museum berusaha menyajikan pemandangan ke arah taman dengan cara yang berbeda. Misalnya, karya “The Living Scroll” dibuat tampak seperti pemandangan taman di luar bisa dilihat melalui dinding tokonoma yang unik sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang berfokus pada gerakan keindahan.

Zenko Adachi mempercayai bahwa taman yang ada merupakan bagian dari lukisan yang dipamerkan di museum ini. Pengusaha sukses ini pun berkelana ke seluruh penjuru negeri untuk mengumpulkan bebatuan, pohon pinus, dan elemen alam lainnya sehingga menghasilkan taman yang luar biasa indah dan rapi. Adachi Museum of Art memiliki 3 dari 6 kebun yang sangat populer, yaitu Dry Landscape Garden, White Gravel, dan Pine Garden.

Foto: tripadvisor.com

Dry Landscape Garden tersaji elegan dengan pasir putih yang halus serta susunan batu yang bold menghasilkan pemandangan seperti lukisan tinta khas India. Kemudian, tampak sajian pemandangan batu-batu kerikil di area taman White Gravel dan Pine Garden yang khas dan terinspirasi dari salah satu karya Yokoyama berjudul “Beautiful Pine Beach”. Adachi Museum of Art sangat layak dikunjungi bagi traveler yang menyukai keindahan alami empat musim di Jepang. Liburan ke jepang bulan februari adalah waktu tepat untuk ke sini.

Temukan juga pemandangan yang lebih cair dan dinamis dengan adanya keberadaan pohon pinus besar dan kecil yang terletak di area White Gravel sehingga meninggalkan kesan keindahan mendalam bagi setiap pengunjung yang datang. Bahkan, karena keindahannya ini, maka White Gravel di Adachi Museum of Art mendapatkan peringkat no. 1 dari sebuah jurnal asal Amerika yang khusus berfokus pada studi taman Jepang. Michelin Green Guide Japon pun memberikan ranking tertinggi 3 stars.

Alamat: Furukawa-cho 320, Yasugi, Shimane, Jepang.

Jam Operasional: Buka setiap hari. Pukul 09.00 – 17.00.

Harga Tiket Masuk: Dewasa: ¥ 2,300 / Anak-Anak: ¥ 500. Ada tambahan biaya ¥ 500 bila ingin menyewa audio guide saat berkunjung ke museum.

 

5. Mori Art Museum

Foto: ocula.com

Sekilas Tentang Mori Art Museum

Pecinta seni dan berencana liburan ke Tokyo dalam waktu dekat? Pastikan traveler mengunjungi Mori Art Museum yang berada di Roppongi Hills, Tokyo. Didirikan oleh Minoru Mori, seorang pengusaha real estate terkemuka Jepang, Mori Art Museum sebagai top museum di jepang berada di lantai 52 dan 53 Roppongi Hills Mori Tower. Roppongi Hills sendiri merupakan sebuah area hunian dan perkantoran mewah yang menguatkan citra modern Tokyo. Liburan ke jepang bulan mei saat musim panas adalah waktu yang tepat untuk ke sini.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Mori Art Museum

Foto: blouinartinfo.com

Karya seni yang dipamerkan di Mori Art Museum ini menyoroti seni abad ke-21 dengan nuansa kontemporer dan internasional. Tak hanya menampilkan koleksi seni tetap, Mori Art Museum juga memamerkan karya seni yang bersifat sementara dalam beberapa periode tertentu sehingga pengunjung selalu bisa menikmati karya seni yang baru walaupun berulang kali datang kesini. Setiap tahun, Mori Art Museum membuka kurasi untuk seniman kontemporer sehingga karya terpilih dapat dipamerkan disini.

Puas menikmati karya seni di museum, traveler juga bisa mencoba naik ke dek observasi “Tokyo City View 360-degree” dan menyaksikan mewahnya hunian Roppongi Hills di malam harinya. Atau bisa juga mencoba fasilitas bar, kafe, dan pertokoan di sekitar museum kelas dunia, Mori Art Museum. Penasaran, kan?

Alamat: 53 F Roppongi Hills Mori Tower, Minato-ku-Tokyo, Jepang.

Jam Operasional: Senin, Rabu-Minggu buka pukul 10.00 – 22.00 / Selasa buka pukul 10.00 – 17.00.

Harga Tiket Masuk: Dewasa: ¥ 1,800 / Anak-Anak: ¥ 600 (harga termasuk tiket terusan Tokyo View Deck).

 

Museum Bagi Pecinta Sejarah

Bagi sebagian orang, sejarah adalah hal yang menarik. Apalagi jika museum yang dikunjungi interaktif sekaligus edukatif seperti Tokyo National Museum, Edo Tokyo Open Air Architectural Museum, dan Fukui Prefectural Dinosaur Museum (Fukui). Yuk simak daftar rekomendasi museum sejarah di jepang berikut ini!

6. Tokyo National Museum (Tokyo)

Foto: timeout.com

Sekilas Tentang Tokyo National Museum

Museum Nasional Tokyo merupakan top museum di Jepang yang terbesar dan menjadi salah satu ikon kota Tokyo. Awalnya, museum ini didirikan di area Kuil Yushima Seido, kemudian berpindah ke Taman Ueno. Tokyo National Museum juga merupakan gabungan dari Museum Nasional Kyoto, dan Museum Nasional Kyushu.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Tokyo National Museum

Foto: youtube.com

Menyajikan lebih dari 110.000 aset budaya dalam sebuah area pameran yang luas, Museum Nasional Tokyo memamerkan berbagai macam seni artefak terbesar dan terbaik di Jepang. Sejak diluncurkan tahun 1872 sebagai museum nasional pertama Jepang, Tokyo National Museum menyimpan 87 barang berharga nasional dan 633 peninggalan budaya yang penting.

Di lantai 1, traveler bisa menikmati karya seni aliran fine art serta hasil karya seni patung, logam, tembikar, dan pedang yang berkaitan dengan sejarah Jepang. Sedangkan, di area lantai 2, pengunjung museum tak hanya bisa menikmati koleksi patung buddha kuno, namun menemukan bekas peninggalan literatur, lukisan, kaligrafi, pakaian perang para samurai, dan peralatan upacara minum teh jepang.

Foto: japan-guide.com

Bila traveler ingin melihat koleksi seni kuno abad ke-7 dan 8, mampir saja ke Gallery of Horyu-ji Tresures. Disini pengunjung bisa menyaksikan peninggalan pernak-pernik kerajaan jepang yang diambil dari situs warisan dunia  Horyu-ji Temple di Nara. Setelah itu, traveler bisa berkunjung ke Asian Gallery yang baru dibuka sejak 2013 lalu untuk menikmati karya seni kerajinan tangan dan penemuan artefak arkeologi yang berasal dari Korea, Asia Tenggara, India, dan Mesir.

Museum ini tak hanya untuk pecinta seni saja. Bagi traveler yang ingin memahami budaya dan gaya hidup masyarakat Jepang, Tokyo National Museum adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Namun, pastikan alokasikan waktu beberapa hari bila ingin menyaksikan semua bagian museum, karena satu hari saja tidak akan cukup untuk eksplor semuanya.

Alamat: 53 F Roppongi Hills Mori Tower, Minato-ku-Tokyo, Jepang.

Jam Operasional: Senin-Kamis buka pukul 09.30 – 17.00 / Jumat buka pukul 09.30 – 20.00 / Sabtu-Minggu-Hari Libur Nasional pukul 09.30 – 18.00.

Harga Tiket Masuk: Permanent Exhibition: ¥ 620 / Special Exhibitions : ¥ 1000 – ¥ 1500.

 

7. Edo Tokyo Open Air Architectural Museum

Foto: travel.navitime.com

Sekilas Tentang Edo Tokyo Open Air Architectural Museum

Terletak di dekat Koganei Park Tokyo, Edo Tokyo Open Air Architectural Museum merupakan sebuah museum dengan konsep terbuka dimana traveler bisa mengetahui seluk beluk sejarah kehidupan dan budaya masyarakat Jepang dari zaman Edo (tahun 1600-an) hingga awal Showa (1940-an), termasuk menyaksikan langsung bangunan bersejarah peninggalan periode tersebut.

Museum ini juga terdiri dari 7 lantai yang menyajikan berbagai macam replika yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Jepang saat periode zaman Edo. Tak hanya memamerkan koleksi permanen museum, Edo Tokyo museum juga menampilkan karya seni yang berbeda-beda dalam beberapa periode tertentu.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Edo Tokyo Open Air Architectural Museum

Foto: travel.navitime.com

Area pameran terbagi menjadi dua, yaitu ‘Zona Edo’ dan ‘Zona Tokyo’. Masuk ke ‘Zona Edo’, pengunjung akan disuguhkan wawasan kebudayaan, sejarah, serta model rumah tinggal Jepang selama periode Edo. Sementara, di bagian ‘Zona Tokyo’, traveler bisa menyaksikan bagaimana peralihan saat masa Edo ke Tokyo. Termasuk sejarah mengenai Restorasi Meiji.

Disini, pengunjung bisa merasakan suasana bangunan kuno khas Jepang dari dekat. Tak hanya bangunan rekontruksi, disini juga terdapat bangunan asli yang masih berdiri sejak zaman Edo maupun zaman Showa, lho. Keren ya!

Foto: travel.gaijinpot.com

Edo Tokyo Museum menyimpan lebih dari 140.000 buku di perpustakaannya. Bahkan, pengunjung yang ingin melakukan riset mengenai Jepang bisa menyalin buku yang diperlukan disini. Tersedia juga panduan audio yang bisa dipinjam untuk mendengarkan informasi museum dengan pengantar bahasa inggris untuk turis asing.  .

Bagi yang senang belajar dari tampilan visual, datanglah ke video hall di Edo Tokyo Museum. Disini pengunjung bisa menonton video yang relevan dengan sejarah zaman Edo. Atau bahkan, menonton kabuki di teater kecil yang ada di museum. Penasaran?

Alamat: 3-7-1 Sakuracho, Koganei, Tokyo, Jepang

Jam Operasional: Selasa – Jumat, Pukul 09.30 – 17.30 (hanya sampai Pukul 16.30 di bulan Oktober dan Maret)

Harga Tiket Masuk: ¥ 400

 

8. Fukui Prefectural Dinosaur Museum (Fukui)

Foto: hokuriku-arch-pass.com

Sekilas Tentang Fukui Prefectural Dinosaur Museum

Bagi traveler yang menyukai tentang geologi dan arkeologi, Fukui Prefectural Dinosaur Museum adalah museum yang tepat untuk dikunjungi. Prefektur Fukui memang terkenal sebagai pusat penelitian dinosaurus di Jepang yang museumnya dapat dinikmati kalangan anak-anak hingga dewasa. Selain itu, Museum Dinosaurus Fukui yang seringkali disebut sebagai Kerajaan Dinosaurus ini juga diakui sebagai salah satu museum dinosaurus terbaik di dunia, lho!

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Fukui Prefectural Dinosaur Museum

Foto: planetyze.com

Dibuka pertama kali pada tahun 2000, terhitung sudah ada lebih dari 700.000 pengunjung yang datang kesini tiap tahunnya. Area pameran terbagi menjadi 3 ruang utama, yaitu Dinosaur World, Earth Sciences, dan History of Life. Memasuki Dunia Dinosaurus, pengunjung dapat menyaksikan 42 kerangka dinosaurus, jejak kaki fosil, serta diorama kehidupan Dinosaurus di masa lampau yang dijelaskan secara rinci dalam bahasa inggris.

Pengunjung yang penasaran dengan studi tentang bumi bisa memasuki area Earth Sciences. Disini traveler bisa mengamati proses dan material pembentukan bumi yang terdiri dari sedimen, fosil, dan mineral. Serta memahami lapis bumi yang diperkenalkan melalui studi “Water & Earth” dan “Fire & Earth” di museum ini. Sementara itu, History of Life memberikan pengetahuan kepada pengunjung museum mengenai evolusi berulang dan kepunahan yang sudah terjadi sejak 4,6 miliar lampau.

Bagian menarik lainnya dari museum ini adalah Dino Lab, disini pengunjung bisa merasakan pengalaman langsung menyentuh fosil dan melakukan pengamatan melalui mikroskop. Atau traveler juga bisa masuk ke dalam Lab Persiapan Fosil dimana proses penggalian hingga fosil dibersihkan bisa disaksikan di area ini.

Alamat: 51-11 Katsuyama, Perfektur Fukui, Jepang.

Jam Operasional:

Buka setiap hari Pukul 09:30 – 17:00.

Tutup setiap hari Rabu di minggu ke-2 dan minggu ke-4 setiap bulannya.

Tutup setiap tanggal 29 Desember – 2 Januari.

Kunjungi web official museum untuk info lengkap.

Harga Tiket Masuk: Dewasa: ¥ 720 / Anak-Anak: ¥ 260

Museum Perang Di Jepang

Jepang menyajikan beragam museum, mulai dari sejarah, seni, hingga museum perang. Berikut rekomendasi PlesirDunia.com untuk kunjungan traveler ke museum perang di jepang.

9. Hiroshima Peace Memorial Museum (Hiroshima)

Foto: flicker

Sekilas Tentang Hiroshima Peace Memorial Museum

Tanggal 6 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima dan telah membunuh lebih dari 70.000 orang Jepang. Museum ini didirikan tahun 1955 dengan tujuan untuk mengenang peristiwa tersebut dan mengingatkan supaya penghapusan senjata nuklir disepakati. Museum ini tak hanya menjabarkan informasi tentang struktur dan kekuatan destruktif dari bom atom, namun juga segala kerusakan dan dokumentasi penderitaan masyarakat Jepang pada peristiwa gelap itu.

Berkunjung ke Hiroshima Peace Memorial Museum, traveler akan merasakan suasana kepedihan dan emosi mendalam ketika melihat bukti-bukti sejarah pemboman ini. Seragam terbakar, makan siang yang hangus, dan keramik yang rusak akibat sinar panas dari bom yang diluncurkan adalah beberapa bukti otentik bagaimana peristiwa ini benar-benar meninggalkan kesedihan yang luar biasa.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Hiroshima Peace Memorial Museum

Foto: medium.com

Uniknya, tak sekedar menginformasikan mengenai peristiwa sejarah saja, namun museum ini juga memberikan penjelasan edukatif yang berkaitan tentang teknologi dan sains, seperti tentang radioaktif, sinar panas, ledakan, dan kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh api. Bahkan, museum ini juga menyimpan barang-barang para korban peledakan bom hiroshima.

Traveler juga bisa menyaksikan video wawancara lebih dari 300 korban yang membagikan pengalaman mereka ketika terjadi peristiwa pemboman hiroshima. Turis pun tak perlu khawatir saat berkunjung kesini, karena museum menyediakan audio guide yang sudah diterjemahkan ke dalam 17 bahasa asing.

Alamat: 3-7-1 Sakuracho, Koganei, Tokyo, Jepang

Jam Operasional: Selasa – Jumat, Pukul 09:30 – 17:30 (hanya sampai Pukul 16:30 di bulan Oktober dan Maret)

Jam Operasional: Buka setiap hari, Pukul 8.30 – 18.00 (kecuali tanggal 30-31 Desember)

Harga Tiket Masuk: ¥ 200

 

10. Chiran Peace Museum for Kamikaze Pilots (Kagoshima)

Foto: tripadvisor.com

Sekilas Tentang Chiran Peace Museum for Kamikaze Pilots

Sebagai garis depan tanah air Jepang, Pertempuran Okinawa terjadi sangat sengit di tahun 1945. Akibatnya, untuk mempertahankan benteng utama Jepang ini, maka Angkatan Darat Jepang menggunakan strategi Kamikaze.  Para pilot yang ditugaskan sebagai kamikaze membawa 250 kg bom yang diatur untuk melekat di bagian badan pesawat tempur mereka. Artinya, para pahlawan kamikaze ini melakukan penyerangan musuh sekaligus bisa dikatakan seperti bom bunuh diri demi menenggelamkan kapal musuh.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Chiran Peace Museum for Kamikaze Pilots

Foto: chiran-tokkou.jp

Museum ini menjabarkan cerita sejarah bagaimana dulu ketika Perang Dunia ke-2 para pilot kamikaze dari Angkatan Darat Jepang menerbangkan pesawat yang membawa bom yang ditujukan ke kapal-kapal musuh. Chiran sendiri merupakan markas utama peluncuran pesawat bom ini saat Perang Okinawa terjadi.  Berbagai catatan, harta benda, dan replika penampilan pilot kamikaze dapat disaksikan ketika mampir ke Chiran Peace Museum for Kamikaze Pilots.

Sejarahnya, ada 1,000 pilot kamikaze yang bergabung dalam operasi militer ini dan berasal dari seluruh penjuru negeri Jepang. Di dalam pameran, traveler bisa menyaksikan cerita dan foto beberapa keluarga pilot, bahkan surat yang dikirimkan kepada keluarga, dan barang pribadi para kamikaze. Selain itu, sisa pesawat yang ditemukan di lautan bekas situs perang juga dipajang di top museum di jepang ini. Suasana tegang juga terasa ketika memasuki barak tempat para pilot kamikaze dilatih saat masa perang.

Turis asing yang datang kesini sangat disarankan untuk meminjam audio guide yang disediakan oleh museum. Tersedia petunjuk dalam bahasa inggris, cina, dan korea sehingga traveler bisa mendalami suasana dari setiap barang bersejarah yang dipajang di Chiran Peace Museum.

Alamat: 17881 Chiran, Minamikyushu, Perfektur Kagoshima, Jepang

Jam Operasional: Buka setiap hari Pukul 09:00 – 17:00.

Harga Tiket Masuk: Dewasa: ¥ 500 / Anak-Anak: ¥ 300

 

Museum Bagi Penggemar Anime Dan Manga

Tak hanya dikenal sebagai negara maju, Jepang juga memiliki budaya otaku yang meliputi subkultur manga, anime, dan video game. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pecinta anime dan manga untuk berkunjung ke Jepang. Faktanya, memang Jepang memiliki tempat-tempat spesial bagi penggemar otaku untuk bernostalgia dengan karakter favorit mereka.

11. Ghibli Museum (Tokyo)

Foto: nippon.com

Sekilas Tentang Ghibli Museum

Ghibli Museum merupakan museum seni dan animasi dari Studio Miyazaki Hayao yang merupakan studio animasi terkenal di Jepang. Dari studio ini, dihasilkan banyak film animasi panjang berkualitas yang tersebar di seluruh dunia, seperti My Neighbor Tototo, Princess Mononoke, Spirited Away, dan Ponyo On The Cliff By The Sea.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Ghibli Museum

Foto: pucchio.com

Berada di daerah Mitaka, Museum Ghibli wajib dikunjungi pecinta film dan penggemar seni animasi. Uniknya, di setiap area museum ini dirancang dengan gaya desain yang berbeda-beda dengan menghadirkan karakter populer dari film animasi yang dibuat oleh Studio Mizayaki Hayao. Memasuki lantai pertama, museum memamerkan berbagai macam cerita sejarah dan teknik animasi dengan teater kecil yang menampilkan film-film pendek kreasi Studio Ghibli.




Naik ke lantai atas, traveler akan menemukan beberapa karya seni lain yang dipamerkan sementara di Studio Ghibli. Kemudian, apabila pengunjung ingin beristirahat dan bersantai sejenak, temukan saja kafe dan taman yang masih berada di area museum. Ghibli Museum tidak hanya untuk anak-anak saja, namun juga untuk pengunjung dewasa yang ingin bernostalgia dengan film animasi favorit ciptaan Studio Ghibli.

Bila rencana liburan ke jepangmu termasuk mengunjungi Ghibli Museum, perlu diketahui, tiket tidak dijual di museum dan harus dibeli secara online di situs dan bagi turis asing bisa membelinya melalui kantor cabang JTB di negara masing-masing.

Alamat: 1 Chome-1-83 Shimorenjaku, Mitaka, Tokyo, Jepang

Jam Operasional:

  • Senin, Rabu-Kamis Pukul 09:30 – 17:30 (Selasa tutup).
  • Kunjungi website resmi museum ghibli untuk detail jadwal.

Harga Tiket Masuk: ¥ 1,000

 

12. Fujiko F. Fujio Museum (Doraemon Museum)

Foto: diversity-finder.net

Sekilas Tentang Fujiko F. Fujio Museum

Museum ini lebih dikenal sebagai Doraemon Museum. Sebuah museum seni yang berada di kawasan pinggiran kota Kawasaki dan didedikasikan untuk memamerkan hasil karya Fujiko F. Fujio yang merupakan pencipta karakter Doraemon. Siapa yang tak kenal dengan robot kucing masa depan yang datang dari abad ke-22 ini?

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Fujiko F. Fujio Museum

Foto: klook.com

Doraemon merupakan komik yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tak heran, traveler yang dating ke museum ini juga lintas generasi, dari usia anak-anak hingga dewasa. Walaupun tidak terlalu besar, Fujiko F. Fujio Museum ini memamerkan beragam karya Fujiko F. Fujio dengan lengkap. Termasuk hasil karya gambar asli Doraemon, 21-emon, Kaibutsukun, dan beberapa seri komik ciptaan Fujiko F. Fujio.

Tentu saja agar memudahkan turis asing yang datang kesini, museum telah menyediakan audio guide berbahasa inggris yang termasuk dalam harga tiket masuk. Pengunjung bisa melihat sekaligus mendengarkan dengan seksama tentang kehidupan dan hasil karya Fujiko sebagai seniman komik saat berkunjung kesini. Selain itu, perlu diketahui bahwa lebih dari setengah area museum memang ditujukan untuk pengunjung anak-anak.

Foto: akiba-nation.com

Traveler juga bisa menyaksikan film pendek original di area teater museum, membaca komik di area reading room, dan untuk anak-anak, mereka bisa mencoba bermain di area playroom. Jangan lupa juga untuk  mengambil foto dengan signature museum berupa patung Doraemon yang tersebar di beberapa area museum. Atau menikmati suasana Doraemon Café dan berbelanja souvenir di gift shop Museum Doraemon.

Untuk datang kesini, traveler wajib membeli tiket di minimarket Lawson yang tersebar di Jepang. Melalui mesin pembelian tiket, traveler bisa memilih tanggal dan waktu kedatangan. Selamat main ke Museum Doraemon!

Alamat: 2 Chome-8-1 Nagao, Tama Ward, Kawasaki, Perfektur Kanagawa, Jepang

Jam Operasional: Buka hari Senin, Rabu-Kamis Pukul 10.00 – 18.00.

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 1,000 Anak-Anak ¥ 500

13. Snoopy Museum

Sekilas Tentang Snoopy Museum

Foto: matcha-jp.com

Jepang merupakan destinasi pertama pembukaan cabang Schulz Museum yang berasal dari Santa Rosa, California, Amerika. Dibuka sejak April 2016, Snoopy Museum berlokasi di Roppongi, Jepang yang memperlihatkan 4,452 lembar karya seni komik asli “3D Peanuts”. Bila datang ke top museum di jepang ini, traveler akan menemukan sebuah galeri karakter Snoppy, serta karakter Peanuts yang dibuat oleh Charles M. Schulz.

Dari Stasiun Roppongi, traveler hanya perlu berjalan kaki sekitar 7 menit untuk mencapai Snoopy Museum. Letaknya yang berada di tengah-tengah kota sibuk, mengunjungi Snoopy Museum bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak dengan duduk di Café Blanket dan melihat produk orisinal karakter Snoppy di toko suvenir yang ada di area museum.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Snoopy Museum

Foto: asbs.jp

Memasuki Museum Snoopy, pengunjung akan disambut dengan berbagai macam ekspresi Snoopy yang menghibur. Tahukah kamu? Pada awal kemunculan Snoopy, Schulz masih menggambarkan karakter Snoppy seperti seekor anjing kecil yang berlari kecil dengan ke-4 kakinya. Namun, sejak tahun 1997, karakter ini berubah menjadi Snoopy yang berdiri di atas 2 kaki hingga sekarang.

Berjalan sedikit kearah galeri, maka pengunjung akan bisa melihat deretan komik orisional pilihan Jean, istri Schulz yang bisa membuatmu lupa waktu. Traveler juga akan menemukan karakter ramah Charlie Brown dan Snoopy di sudut galeri ketika berkunjung kesini. Setiap enam bulan sekali, tema dan koleksi seni di Museum Snoopy akan terus berganti, sehingga selalu terlihat suasana dan atmosfer baru yang tidak membosankan.

Merasa lapar saat datang ke Snoopy Museum? Icip saja pancake dan coklat hangat di Café Blanket yang disajikan dengan tema Snoopy. Atau pengunjung bisa memesan Snoopy Dish Combo (seharga 1,480 yen) yang terdiri dari sandwich, mini corn dog, kentang, serta peanuts butter. Untuk minuman, bisa mencoba milkshake “My Sweet Bubble” seharga 900 yen. Sama seperti Museum Doraemon, untuk bisa mengunjungi Snoppy Museum di Roppongi, traveler harus membeli tiket masuk museum 2 hari sebelum kedatangan di Lawson Jepang.

Alamat: Roppongi 5 Chome-6-20 Minato-ku, Tokyo

Jam Operasional: ·

  • Buka setiap hari 10.00 – 20.00  / Tutup tanggal 31 Desember – 2 Januari. ·
  • Kunjungi situs snoopy museum untuk detail jadwal.

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 1,800 Anak-Anak ¥ 800

Museum Sains, Teknologi & Otomotif

Budaya jepang yang berfokus pada sains dan teknlogi memungkinkan traveler mampir ke beberapa museum yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan otomotif ketika berkunjung ke jepang. Inilah referensi dari PlesirDunia.com.

14. National Museum of Nature and Science, Tokyo

Foto: ja.wikipedia.org

Sekilas Tentang National Museum of Nature and Science

Berada di dalam kompleks Taman Ueno, National Museum of Nature and Science adalah museum sains terbesar di Jepang yang menyajikan lebih dari 10.000 karya pameran. Disini pengunjung bisa mengeksplorasi pengetahuan tentang angkasa luar, dinosaurus, ekosistem unik di Jepang, serta informasi kemajuan teknologi terbaru di dunia dengan cara yang interaktif.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke National Museum of Nature and Science

Foto: hisour.com

Museum sains nasional terpadu dan terbesar di Jepang ini diciptakan untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan apresiasi publik terhadap subyek terkait sejarah alam, sains dan teknologi ruang angkasa, bumi, evolusi kehidupan, dan kemajuan sains. Ada dua bangunan utama museum yang bisa dikunjungi para traveler, yaitu Japan Gallery dan Global Gallery.

Tak hanya sekedar menampilkan pengetahuan tentang alam dan sains, pengunjung juga bisa melihat boneka hachiko dan dua ikon panda, pecahan meteorit Nantan (yang menghantam Cina di abad ke-16), sebuah mumi yang diawetkan sejak zaman Edo (1603-1868), bahkan pesawat tempur asli yang dipakai untuk Perang Dunia ke-2. Di area Japan Gallery ini, traveler akan menemukan pengetahuan yang berkaitan dengan cuaca, geografis, dan sejarah Jepang.

Selain itu, di National Museum of Nature and Science terdapat bioskop 3D dengan model 360 derajat. Atau traveler juga bisa melihat pameran robotika, bahkan menyelidiki dan mempelajari berbagai fenomena fisika secara langsung saat berkunjung kesini. Apabila berencana datang ke museum dengan anak kecil atau keluarga, terdapat taman bermain indoor dan gift shop yang menjual souvenir bertemakan sains dan replika dinosaurus.

Alamat:  Ueno Park 7-20, Taitō, Tokyo, Jepang.

Jam Operasional:  Buka hari Selasa-Minggu, Pukul 09.00 – 17.00.

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 620 / Pelajar & Anak-Anak  GRATIS.

 

15. Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology (Nagoya)

Foto: japanvisitor.com

Sekilas Tentang Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology

Tahukah kamu pabrik Toyota di Jepang sudah diluncurkan sejak Era Taisho sebagai warisan industri yang berharga? Museum Industri dan Teknologi Toyota ini memang dibangun untuk melestarikan sejarah perkembangan industri otomotif di Jepang. Traveler yang berkunjung kesini akan bisa menyaksikan 4 pavilion museum yang terdiri dari Paviliun Mesin Tekstil, Paviliun Mobil, Techoland, dan Gedung Toyota Group.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology

Foto: centrair.jp

Memasuki lobi museum, pengunjung bisa menyaksikan sebuah alat tenun melingkar yang dibangun oleh Sakichi Toyoda, ayah dari Kiichiro Toyoda yang telah mendirikan Toyota sebelum menjadi produsen mobil. Pada masa lampau, Jepang memang masing tergantung pada teknologi dari negara barat. Dan dengan adanya alat tenun ini, menunjukkan Jepang dulu sudah lebih maju dalam hal teknis yang melampaui jamannya.

Museum Industri dan Teknologi Toyota ini juga telah diakui sebagai Heritage of Industrial Modernization karena kontribusinya terhadap modernisasi Jepang. Di museum ini, traveler juga bisa belajar tentang sejarah mobil sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-20.  Mulai dari pengembangan mobil bertenaga gas hingga mobil modern semuanya bisa disaksikan ketika berkunjung ke Museum Industri dan Teknologi Toyota ini.

Foto: pinterest

Naik ke lantai 2, pengunjung bisa melihat koleksi mobil barat. Sementara, di lantai 3, terdapat 120 mobil buatan jepang yang bisa dilihat dari dekat. Setiap mobil yang dipamerkan juga memiliki informasi mengenai sejarah tokoh jepang yang menggunakan mobil tersebut. Bagi yang ingin datang kesini dengan anak-anak dan keluarga, tersedia kids playroom, restoran, bahkan toko suvenir berisi minicar yang dapat dibawa pulang sebagai kenangan.

Kantor pusat untuk pabrik Toyota berada di Toyota City, Perfektur Aichi. Bila berkunjung kesini, traveler bisa sekaligus mampir ke The Toyota Kaikan Exhibition Hall yang menyajikan pameran teknologi berbasis keselamatan pengendara, baik teknologi hybrid yang terbaru, hingga mobil yang menggunakan teknologi fuel-cell. Kemudian, saat memasuki area Virtual Factory, pengunjung museum dapat mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan proses manufaktur kendaraan melalui video. Untuk mencapai Toyota Kaikan, traveler wajib mengalokasikan waktu perjalanan kereta selama 1 jam dari Stasiun Nagoya. Bagaimana, tertarik datang kesini?

Alamat: 41-100 Yokomichi, Nagakute, Perfektur Aichi, Jepang

Jam Operasional:

– Buka hari Selasa-Minggu 09.30 – 17.00  / Tutup hari Senin dan Saat libur tahun baru.

– Kunjungi situs resmi museum untuk detail jadwal.

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 1,000 / Anak-Anak ¥ 600

 

16. Museum Sony

Sekilas Tentang Sony Archives

Foto: flickr

Sony Archives berada di Shinagawa, Tokyo. Bila ingin menghabiskan liburan jepang winter, datang ke museum jadi pilihan tepat untuk tetap menghangatkan tubuh sembari melihat sejarah teknologi Tokyo. Museum ini didedikasikan untuk mendokumentasikan sejarah perusahaan Sony yang sudah menghasilkan banyak produk teknologi sejak didirikan setelah Perang Dunia II.  Bagi traveler yang masa kecilnya sempat memakai produk populer Sony seperti Walkman dan Playstation akan terasa bernostalgia saat berkunjung ke Sony Archives.

Sony dibangun sejak tahun 1946 oleh duo entrepreneur Masaru Ibuka (1908-1997) dan Akio Morita (1921-1999). Keduanya bertemu saat menjadi anggota Imperial Navy Wartime Reasearch saat Perang Dunia ke-2 dan merupakan lulusan studi sains di perguruan tinggi bergengsi Jepang. Awal berdirinya, Sony masih bernama Tokyo Telecommunications Engineering Corporation (Totsuko) dengan 20 karyawan. Kemudian, baru di tahun 1958, perusahaan berubah nama menjadi Sony ketika pindah kantor ke Shinagawa.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Sony Archives

Foto: tripadvisor.com

Tak hanya mengetahui sejarah perusahaan dan profil pendiri Sony, disini pengunjung juga bisa melihat beberapa produk ikonik ciptaan Sony yang disusun berdasarkan waktu pembuatan. Misalnya, seperti tape recorders, transistor, dan televisi. Perlu diketahui, walaupun dibuka gratis untuk publik, traveler perlu melakukan reservasi terlebih dulu melalui telepon bila ingin masuk ke Sony Archives.

Tersedia bahasa inggris bagi turis asing yang ingin mendengar penjelasan setiap area museum. Diantara deretan alat elektronik yang dipajang, terdapat produk ciptaan yang paling sukses dipasaran, diantaranya radio transistor pertama Jepang dan televisi berwarna. Bahkan, traveler bisa melihat deretan seri Sony Walkman dan Sony CD Players. Termasuk CDP 101, yang merupakan CD Player pertama di dunia yang muncul tahun 1982.

Disini, traveler bisa menyaksikan bagaimana ciptaan teknologi Sony terus berkembang dan berinovasi mulai dari video cassette recorders, camcorders, digital still camera, dan radio. Ingat dengan robot Aibo? Sony Archives menyimpannya dengan baik bersama dengan rangkaian laptop Sony Viao dan ponsel Sony Ericsson.

Alamat: 6-6-39 Kitashinagawa, Shinagawa-ku, Tokyo

Jam Operasional: Buka Senin-Jumat, Pukul 10.00 – 17.00  / Tutup saat akhir pekan dan hari libur nasional Jepang.

Harga Tiket Masuk: Gratis (dengan reservasi melalui telepon/fax terlebih dahulu).

 

Museum Unik Yang Hanya Ada Di Jepang

17. Japan Football Museum (Tokyo)

Foto: gotokyo.org

Sekilas Tentang Japan Football Museum

Didirikan sejak tahun 2002 di Tokyo, Japan Football Museum awalnya dibangun untuk memperingati Piala Dunia FIFA 2002. Berbagai informasi tentang sejarah, asal usul sepak bola di Jepang, hingga cerita tim sepak bola nasional Jepang bisa disaksikan ketika berkunjung ke Japan Football Museum.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Japan Football Museum

Foto: livejapan.com

Penggemar sepak bola sejati akan menemukan cerita sejarah saat tim sepak bola nasional jepang yang disebut Samurai Biru lolos ke enam Piala Dunia FIFA secara berturut-turut. Atau menemukan cerita perjalanan Nadeshiko Jepang (sebutan untuk tim sepak bola wanita nasional Jepang) memenangkan Piala Dunia Wanita FIFA dan keluar sebagai juara.

Temukan juga trofi kejuaran Piala Dunia Wanita FIFA 2011 saat bertanding di Jerman serta deretan FIFA Fair Play Awards di Japan Football Museum. Kemudian, pengunjung juga bisa mencoba permainan 3D di area museum, menyaksikan seragam sepakbola para pemain Jepang, bahkan memegang trofi replika Piala Dunia FIFA.

Alamat: JFA HOUSE, Football Ave, 3-10-15, Hongo, Bunkyo-ku, Tokyo, Jepang

Jam Operasional: Buka Selasa – Jumat, Pukul 13.00 – 18.00 / Sabtu-Minggu & Hari Libur, Pukul 10.00 – 18.00

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 500 Anak-Anak ¥ 200

18. Museum Seni Omiya Bonsai (Saitama)

Foto: pinterest

Sekilas Tentang Museum Seni Omiya Bonsai

Dibuka sejak musim semi tahun 2010, Museum Seni Omiya Bonsai didirikan untuk mempromosikan budaya bonsai. Bagi traveler yang berkunjung kesini, ada banyak informasi yang bisa didapatkan  mengenai bonsai dan menikmati karya seni bonsai kelas dunia. Bonsai merupakan salah satu budaya tradisional Jepang yang menanam pohon di dalam pot yang muncul sejak abad ke-9. Sekarang, budaya bonsai sudah terkenal di seluruh dunia.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Museum Seni Omiya Bonsai

Foto: akibanation.com

Museum ini terletak di dalam Omiya Bonsai Village, tempat berbagai pembibitan bonsai ditanam. Bonsai yang paling menarik dan unik Museum Seni Omiya Bonsai adalah masterpiece Goyomatsu (pinus putih jepang) dengan nilai material hingga 100 juta yen. Tak hanya bisa melihat beragam bonsai kelas dunia saja, pengunjung museum juga dapat melihat berbagai macam teknik pemangkasan dan pencabangan bonsai disini. Termasuk juga dengan memahami perawatan yang benar untuk pohon bonsai, seperti pemupukan dan penyiraman yang tepat.

Sepulang dari museum, traveler bisa sekaligus mengunjungi Desa Wisata Bonsai Mura (Desa Bonsai) dimana pengerajin dan pecinta bonsai tinggal. Ada sekitar 10 kebun bonsai di dekat desa ini yang pemandangannya sangat indah dengan suasana tenang yang memanjakan mata. Saksikan juga deretan pepohonan maple, keyaki, dan pohon ceri yang semakin indah ketika dilihat saat musim gugur.

Alamat: Toro-cho 2-24-3, Kita Ward, Saitama, Jepang

Jam Operasional:

– Buka Setiap Hari Kecuali Hari Kamis  (Maret – Oktober 09.00-16.30 / November – Februari 09.00-16.00).

– Tutup tanggal 29 Desember – 3 Januari.

Harga Tiket Masuk: Dewasa ¥ 300 Anak-Anak ¥ 200

19. Meguro Parasite Museum (Tokyo)

Foto: timetravelturtle.com

Sekilas Tentang Museum Parasit Meguro

Didirikan sejak tahun 1953, Museum Parasit Meguro memamerkan beragam parasit yang hidup pada di tubuh binatang dan manusia. Pengunjung bisa menyaksikan kurang lebih 60 ribu parasit di dalam tabung kaca yang tersebar di berbagai sudut museum. Memasuki area lantai 1 museum, pengunjung akan disuguhkan tema “Diversity of Parasites” yang menampilkan beragam jenis parasit yang hidup di dalam tubuh binatang.

Pemutaran film yang edukatif di museum ini akan sangat membantu traveler lebih memahami informasi yang terkait parasit. Ketika naik ke lantai 2, pengunjung akan disuguhkan tema “Human and Zoonotic Parasites” untuk melihat bagaimana parasit menginfeksi tubuh manusia. Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan ratusan parasit di dalam tubuh manusia yang sudah diawetkan dengan cairan formalin dalam sebuah tabung.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Museum Parasit Meguro

Foto: timetravelturtle.com

Sebagai pusat riset dan pembelajaran, Museum Parasit Meguro ini menerbitkan hasil penelitian. Ada sekitar 45 ribu spesimen parasit, 50 ribu artikel, dan 6 ribu buku tentang parasit yang tersimpan disini. Museum ini didirikan berkat dedikasi seorang dokter bernama Satoru Kamegai yang peduli terhadap kesehatan manusia di dunia. Untuk masuk kesini, tidak perlu membeli tiket alias gratis, lho!

Namun, memang tempat ini bukan tempat yang cocok untuk agenda nge-date. Pasanganmu bisa saja mual ketika menyaksikan cacing pita 9 meter yang terpanjang di dunia ketika berkunjung ke museum parasit ini. Bila tertarik membawa buah tangan saat berkunjung ke museum ini, traveler bisa membeli beberapa suvenir berbentuk parasit unik, seperti buku, t-shirt, penggaris, dan gantungan kunci. Museum ini memang sedikit unik. Berani datang kemari?

Alamat: 4 Chome-1-1 Shimomeguro, Meguro, Tokyo, Jepang.

Jam Operasional: Buka Rabu-Minggu, Pukul 10.00 – 17.00  / Tutup setiap hari Senin dan Selasa.

Harga Tiket Masuk: Gratis

20. Museum Pasir Tottori (Tottori)

Foto: jnto.or.th

Sekilas Tentang Pasir Tottori

Museum Pasir atau The Sand Museum merupakan museum pertama di dunia yang fokus memamerkan patung-patung buatan manusia yang terbuat dari pasir. Setiap hasil karya dibuat hanya menggunakan pasir dan air. Traveler bisa menyaksikan beberapa hasil karya pasir yang mewakili landmark-landmark populer dari seluruh dunia, sesuai dengan tema dasar Museum Pasir, yaitu “Berkeliling Dunia Melalui Pasir”.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Pasir Tottori

Foto: pinterest

Secara eksklusif, pasir yang digunakan untuk membuat patung diambil dari Tottori Sand Dunes yang letaknya tidak jauh dari top museum di jepang ini. Tiap tahun akan terdapat patung dengan tema yang berbeda-beda sehingga selalu ada yang baru ketika traveler berkunjung kesini. Bahkan, setiap dari seluruh dunia juga turut menciptakan patung pasir di Museum Pasir.

Patung-patung yang dipamerkan dsini biasanya selesai dalam waktu 1.5 bulan, serta membutuhkan 3.000 ton pasir dan bisa berdiri hingga 8 bulan lamanya. Karena keunikannya, Museum Pasir telah menarik sekitar 100.000 orang pengunjung setiap tahunnya. Tertarik ke top museum di jepang ini juga, traveler?

Alamat: 2083-17 Yusan Hukube-cho, Tottori-shi, Tottori, Jepang

Jam Operasional: Buka setiap hari 09.00 – 20.00

Harga Tiket Masuk: ¥ 600\

21. Museum Ramen (Yokohama)

Foto: japanhub

Sekilas Tentang Museum Ramen

Sesuai dengan namanya, top museum di jepang Museum Ramen ini menyajikan segala sesuatu informasi mengenai ramen, hidangan mie yang sangat populer di Jepang. Memasuki galeri di lantai 1, Museum Ramen akan menjabarkan sejarah mie ramen di Jepang yang awalnya berasal dari Cina. Traveler akan memahami bagaimana ramen instan sangat sukses di Jepang. Bahkan, tampilan berbagai mie, sup, topping, dan mangkuk khas Jepang didokumentasi secara detail di Museum Ramen.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Museum Ramen

Foto: japanhub

Di lantai pertama, Museum Ramen menyajikan sejarah mie ramen di Jepang, termasuk kesuksesan besar ramen instan. Ini menampilkan berbagai mie, sup, topping dan mangkuk yang digunakan di Jepang, dan menunjukkan bagaimana proses mie dibuat. Pengunjung juga bisa melihat replika suasana jalan dan rumah-rumah yang ada di kawasan Shitamachi, kota tua Tokyo pada tahun 1958 ketika popularitas ramen meningkat.

Foto: pinterest

Sembilan restoran ramen bisa ditemukan disini, dimana setiap restorannya menyajikan berbagai macam sajian ramen dari berbagai wilayah yang berbeda di Jepang. Traveler yang masuk ke Museum Ramen juga bisa mencoba berbagai menu “mini ramen” yang bisa dibeli di vending machine di bagian depan restoran. Tertarik datang kesini?

Alamat: 2 Chome-14-21 Shinyokohama, Kōhoku-ku, Yokohama

Jam Operasional: Buka setiap hari 11.00 – 22.00.

Harga Tiket Masuk: ¥ 310

22. Sewerage Science Museum (Osaka)

Sekilas Tentang Museum Selokan

Foto: sapporo.travel

Jepang terkenal sebagai negara yang bersih, termasuk soal saluran pembuangan air di Jepang. Berdiri di atas gedung lima lantai beserta area basement, Sewerage Science Museum atau Museum Selokan yang berada di Osaka ini memang ditujukan untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya kompleksitas saluran pembuangan air di Jepang.

Hal Menarik Yang Bisa Disaksikan Ketika Berkunjung Ke Museum Selokan

Foto: showa-sekkei.co.jp

Area basement menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan proses pengolahan air limbah selokan. Sementara, di lantai atas, saat berkunjung ke top museum di jepang ini, traveler akan menemukan informasi lebih lanjut tentang pentingnya air dan sains dibalik pengelolaan selokan yang baik. Masuk ke area lantai tiga, pengunjung akan menemukan teknologi pengolahan air limbah tingkat lanjut.

Di lantai empat, mekanisme pemindahan air yang dilengkapi dengan simulasi pengaruh intensitas hujan akan dijelaskan secara detail kepada pengunjung. Naik lagi ke lantai lima, pengunjung akan disuguhkan informasi mengenai anomali air, serta hubungan antara air dan lingkungan global. Terakhir, di lantai teratas, lantai keenam, traveler bisa menikmati suasana sejuk taman botani yang tumbuh secara hidroponik.

Alamat: 1 Chome-2-53 Takami, Konohana-ku, Osaka, Jepang

Jam Operasional:

– Buka setiap hari Selasa-Minggu, Pukul 09.30 – 17.00.

– Tutup setiap hari Senin dan saat Libur Tahun Baru (28 Desember – 4 Januari)

Harga Tiket Masuk: Gratis 



Itulah 20 top museum di Jepang yang telah dikurasi oleh PlesirDunia.com dan sangat menarik untuk dikunjungi. Kira-kira, museum mana saja nih yang ingin kamu datangi saat jalan ke jepang? Atau malah bingung liburan jepang atau korea? Share ya di kolom komentar!

Jangan lupa juga untuk follow sosial media PlesirDunia.com di Facebook, Instagram, dan Twitter untuk bergabung dengan komunitas traveller dunia lainnya!

3 thoughts on “Plesir Ke Negeri Sakura, Inilah Rekomendasi 22 Top Museum Di Jepang Yang Menarik Dikunjungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *